Monumen Nasional

Monumen Nasional

Monumen Nasional
Merdeka Square Monas 02.jpg

Monumen Nasional pada tahun 2010
Peta

Informasi umum
Lokasi Jakarta
AlamatLapangan Merdeka
Negara Indonesia
Mulai dibangun17 Agustus 1961; 61 tahun lalu
Selesai12 Juli 1975; 47 tahun lalu
Dibuka12 Juli 1975; 47 tahun lalu
Diresmikan12 Juli 1975; 47 tahun lalu
Direnovasi
  • 17 Agustus 1995 (Baru 1)
  • 17 Agustus 2005 (Baru 2)
  • 17 Agustus 2015 (Baru 3)
PemilikPemerintah Indonesia
Tinggi132 meter
Desain dan konstruksi
Arsitek
Kontraktor utamaP.N. Adhi Karya (tiang fondasi)
Berkas:Monumen Nasional (Monas jawa barat).jpg

Gambar Digital Monumen Nasional Di Kota Jakarta

Monumen Nasional atau yang disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang terletak tepat di tengah Lapangan Medan MerdekaJakarta Pusat. Monas didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Kekaisaran Belanda. Pembangunan dimulai pada 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Soekarno dan diresmikan hingga dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala dari rakyat Indonesia.

Tugu monas dan museum buka setiap hari mulai pukul 06:00 hingga 16:00 WIB (UTC+7) sepanjang minggu kecuali hari Senin saat tugu tutup.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Ide awal pendirian Monumen adalah seorang warga negara RI biasa, seorang swasta, warga kota sederhana dari Jakarta bernama Sarwoko Martokoesoemo,” kata Sudiro. Setelah pusat pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia kembali ke Jakarta yang sebelumnya berkedudukan di Yogyakarta pada tahun 1950, menyusul pengakuan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia oleh pemerintahan kolonial Kekaisaran Belanda pada tahun 1949, perencanaan pembangunan sebuah Monumen Nasional yang setara dengan Menara Eiffel di lapangan tepat di depan Istana Merdeka. Pembangunan Tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terus membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme generasi penerus bangsa.

Pada tanggal 17 Agustus 1954, sebuah komite nasional dibentuk dan sayembara perancangan Monumen Nasional digelar pada tahun 1955. Terdapat 51 karya yang masuk, akan tetapi hanya satu karya yang dibuat oleh Friedrich Silaban yang memenuhi kriteria yang ditentukan komite, antara lain menggambarkan karakter bangsa Indonesia dan dapat bertahan selama berabad-abad. Sayembara kedua digelar pada tahun 1960 tetapi sekali lagi tak satupun dari 136 peserta yang memenuhi kriteria. Ketua juri kemudian meminta Silaban untuk menunjukkan rancangannya kepada Soekarno. Akan tetapi Soekarno kurang menyukai rancangan itu dan ia menginginkan monumen itu berbentuk lingga dan yoni. Silaban kemudian diminta merancang monumen dengan tema seperti itu, akan tetapi rancangan yang diajukan Silaban terlalu luar biasa sehingga biayanya sangat besar dan tidak mampu ditanggung oleh anggaran negara, terlebih kondisi ekonomi saat itu cukup buruk. Silaban menolak untuk merancang bangunan yang lebih kecil dan menyarankan pembangunan ditunda hingga ekonomi Indonesia membaik. Soekarno kemudian meminta arsitek Soedarsono untuk melanjutkan rancangan itu. Soedarsono memasukkan angka 17, 8 dan 45 melambangkan 17 Agustus 1945 memulai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke dalam rancangan monumen itu.[1][2][3] Tugu Peringatan Nasional ini kemudian dibangun di areal seluas 80 hektare. Tugu ini diarsiteki oleh Friedrich Silaban dan Soedarsono mulai dibangun 17 Agustus 1961.

Pembangunan[sunting | sunting sumber]

Soekarno menginspeksi pembangunan Monas. Foto ini dibuat sekitar tahun 1963-1964.

Pembangunan terdiri atas tiga tahap. Tahap pertama, kurun 1961/19621964/1965 dimulai dengan dimulainya secara resmi pembangunan pada tanggal 17 Agustus 1961 dengan Soekarno secara seremonial menancapkan pasak beton pertama. Total 284 pasak beton digunakan sebagai fondasi bangunan. Sebanyak 360 pasak bumi ditanamkan untuk fondasi museum sejarah nasional. Keseluruhan pemancangan fondasi rampung pada bulan Maret 1962. Dinding museum di dasar bangunan selesai pada bulan Oktober. Pembangunan obelisk kemudian dimulai dan akhirnya rampung pada bulan Agustus 1963. Pembangunan tahap kedua berlangsung pada kurun 1966 hingga 1968 akibat terjadinya Gerakan 30 September sehingga tahap ini sempat tertunda. Tahap akhir berlangsung pada tahun 19691976 dengan menambahkan diorama pada museum sejarah. Meskipun pembangunan telah rampung, masalah masih saja terjadi, antara lain kebocoran air yang menggenangi museum. Monumen secara resmi dibuka untuk umum dan diresmikan pada tanggal 12 Juli 1975 oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto.[4][5] Lokasi pembangunan monumen ini dikenal dengan nama Medan Merdeka. Lapangan Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan GambirLapangan IkadaLapangan MerdekaLapangan Monas, dan Taman Monas. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga. Pada hari-hari libur Medan Merdeka dipenuhi pengunjung yang berekreasi menikmati pemandangan Tugu Monas dan melakukan berbagai aktivitas dalam taman.

Rancang Bangun Monumen[sunting | sunting sumber]

Monumen Nasional dalam tahap pembangunan.

Rancang bangun Tugu Monas berdasarkan pada konsep pasangan universal yang abadiLingga dan Yoni. Tugu obelisk yang menjulang tinggi adalah lingga yang melambangkan laki-laki, elemen maskulin yang bersifat aktif dan positif, serta melambangkan siang hari. Sementara pelataran cawan landasan obelisk adalah Yoni yang melambangkan perempuan, elemen feminin yang pasif dan negatif serta melambangkan malam hari.[6] Lingga dan yoni merupakan lambang kesuburan dan kesatuan harmonis yang saling melengkapi sedari masa prasejarah Indonesia. Selain itu bentuk Tugu Monas juga dapat ditafsirkan sebagai sepasang “alu” dan “Lesung“, alat penumbuk padi yang didapati dalam setiap rumah tangga petani tradisional Indonesia. Dengan demikian rancang bangun Monas penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. Monumen terdiri atas 117,7 meter obelisk di atas landasan persegi setinggi 17 meter, pelataran cawan. Monumen ini dilapisi dengan marmer Italia.

Kolam di Taman Medan Merdeka Utara berukuran 25 x 25 meter dirancang sebagai bagian dari sistem pendingin udara sekaligus mempercantik penampilan Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air pancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kudanya, terbuat dari perunggu seberat 8 ton. Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato [7] sebagai sumbangan oleh Konsul Jenderal Kehormatan adalah Dr. Mario di Indonesia. Pintu masuk Monas terdapat di taman Medan Merdeka Utara dekat patung Pangeran Diponegoro. Pintu masuk melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung menuju tugu Monas. Loket tiket berada di ujung terowongan. Ketika pengunjung naik kembali ke permukaan tanah di sisi utara Monas, pengunjung dapat melanjutkan berkeliling melihat relief sejarah perjuangan Indonesia; masuk ke dalam museum sejarah nasional melalui pintu di sudut timur laut, atau langsung naik ke tengah menuju ruang kemerdekaan atau lift menuju pelataran puncak monumen.

Relief Sejarah Indonesia[sunting | sunting sumber]

Relief timbul sejarah Indonesia menampilkan Gajah Mada dan sejarah Majapahit

Pada tiap sudut halaman luar yang mengelilingi monumen terdapat relief yang menggambarkan sejarah Indonesia. Relief ini bermula di sudut timur laut dengan mengabadikan kejayaan Nusantara pada masa lampau; menampilkan sejarah Singhasari dan Majapahit. Relief ini berlanjut secara kronologis searah jarum jam menuju sudut tenggara, barat daya, dan barat laut.

Secara kronologis menggambarkan masa penjajahan Belanda, perlawanan rakyat Indonesia dan pahlawan-pahlawan nasional Indonesia, terbentuknya organisasi modern yang memperjuangkan Indonesia Merdeka pada awal abad ke-20, Sumpah PemudaPendudukan Jepang dan Perang Dunia II, proklamasi kemerdekaan Indonesia disusul Revolusi dan Perang kemerdekaan Republik Indonesia, hingga mencapai masa pembangunan Indonesia modern. Relief dan patung-patung ini dibuat dari semen dengan kerangka pipa atau logam, namun beberapa patung dan arca tampak tak terawat dan rusak akibat hujan serta cuaca tropis.

Museum Sejarah Nasional[sunting | sunting sumber]

Di bagian dasar monumen pada kedalaman 3 meter di bawah permukaan tanah, terdapat Museum Sejarah Nasional Indonesia. Ruang besar museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80 x 80 meter, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang. Ruangan besar berlapis marmer ini terdapat 48 diorama pada keempat sisinya dan 3 diorama di tengah, sehingga menjadi total 51 diorama. Diorama ini menampilkan sejarah Indonesia sejak masa pra sejarah hingga masa Orde Baru. Diorama ini dimula dari sudut timur laut bergerak searah jarum jam menelusuri perjalanan sejarah Indonesia; mulai masa pra sejarah, masa kemaharajaan kuno seperti Sriwijaya dan Majapahit, disusul masa penjajahan bangsa Eropa yang disusul perlawanan para pahlawan nasional pra kemerdekaan melawan VOC dan pemerintah Hindia BelandaDiorama berlangsung terus hingga masa pergerakan nasional Indonesia awal abad ke-20, pendudukan Jepangperang kemerdekaan dan masa revolusi hingga masa Orde Baru pada masa pemerintahan Soeharto.

Ruang Kemerdekaan[sunting | sunting sumber]

Ruang kemerdekaan

Di bagian dalam cawan monumen terdapat Ruang Kemerdekaan berbentuk amphitheater. Ruangan ini dapat dicapai melalui tangga berputar dari pintu sisi utara dan selatan. Ruangan ini menyimpan simbol kenegaraan dan kemerdekaan Republik Indonesia. Diantaranya naskah asli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang disimpan dalam kotak kaca di dalam gerbang berlapis emas, lambang negara Indonesia, peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia berlapis emas dan bendera merah putih dan dinding yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.[1][8]

Di dalam Ruang Kemerdekaan Monumen Nasional ini digunakan sebagai ruang tenang untuk mengheningkan cipta dan bermeditasi mengenang hakikat kemerdekaan dan perjuangan bangsa Indonesia. Naskah asli proklamasi kemerdekaan Indonesia disimpan dalam kotak kaca dalam pintu gerbang berlapis emas. Pintu mekanis ini terbuat dari perunggu seberat 4 ton berlapis emas dihiasi ukiran bunga Wijaya Kusuma yang melambangkan keabadian, serta bunga Teratai yang melambangkan kesucian. Pintu ini terletak pada dinding sisi barat tepat di tengah ruangan dan berlapis marmer hitam. Pintu ini dikenal dengan nama Gerbang Kemerdekaan yang secara mekanis akan membuka seraya memperdengarkan lagu “Padamu Negeri” diikuti kemudian oleh rekaman suara Soekarno tengah membacakan naskah proklamasi pada 17 Agustus 1945.

Pada sisi selatan terdapat patung Garuda Pancasila sebagai lambang negara Indonesia terbuat dari perunggu seberat 3,5 ton dan berlapis emas. Pada sisi timur terdapat tulisan naskah proklamasi berhuruf perunggu, seharusnya sisi ini menampilkan bendera yang paling suci dan dimuliakan Sang Saka Merah Putih, yang aslinya dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Akan tetapi karena kondisinya sudah semakin tua dan rapuh, bendera suci ini tidak dipamerkan. Sisi utara dinding marmer hitam ini menampilkan kepulauan Nusantara berlapis emas, melambangkan lokasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pelataran Puncak dan Api Kemerdekaan[sunting | sunting sumber]

Pelataran setinggi 115 meter tempat pengunjung dapat menikmati panorama Jakarta dari ketinggian

Seorang kakek tampak sedang menikmati panorama Jakarta dari balik kaca di Pelataran Puncak dan Api Kemerdekaan Monas, 1993.

Sebuah elevator (lift) pada pintu sisi selatan akan membawa pengunjung menuju pelataran puncak berukuran 11 x 11 meter di ketinggian 115 meter dari permukaan tanah. Lift ini berkapasitas 11 orang sekali angkut. Pelataran puncak ini dapat menampung sekitar 50 orang, serta terdapat teropong untuk melihat panorama Jakarta lebih dekat. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Bila kondisi cuaca cerah tanpa asap kabut, di arah ke selatan terlihat dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil.

Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang nyala lampu perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 Kilogram. Lidah api atau obor ini berukuran tinggi 14 meter dan berdiameter 6 meter terdiri dari 77 bagian yang disatukan. Lidah api ini sebagai simbol semangat perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan. Awalnya nyala api perunggu ini dilapisi lembaran emas seberat 35 kilogram,[1] akan tetapi untuk menyambut perayaan setengah abad (50 tahun) kemerdekaan Indonesia pada tahun 1995, lembaran emas ini dilapis ulang sehingga mencapai berat 50 kilogram lembaran emas.[9] Puncak tugu berupa “Api Nan Tak Kunjung Padam” yang bermakna agar Bangsa Indonesia senantiasa memiliki semangat yang menyala-nyala dalam berjuang dan tidak pernah surut atau padam sepanjang masa. Pelataran cawan memberikan pemandangan bagi pengunjung dari ketinggian 17 meter dari permukaan tanah. Pelataran cawan dapat dicapai melalui elevator ketika turun dari pelataran puncak, atau melalui tangga mencapai dasar cawan. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 meter, sedangkan rentang tinggi antara ruang museum sejarah ke dasar cawan adalah 8 m (3 meter di bawah tanah ditambah 5 meter tangga menuju dasar cawan). Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45 x 45 meter, semuanya merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).

Sebanyak 28 kg dari 38 kg emas pada obor monas tersebut merupakan sumbangan dari Teuku Markam, seorang pengusaha Aceh yang pernah menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia.[10]

[OBRAL JAKARTA] Laptop Lenovo Asus Hp Dell Second

 Dijual Laptop Second Murah,Mudah,Cepat dan Berkualitas.

Ready laptop ASUS X405UQ cocok di gunakan untuk Mahasiswa dan karyawan.

ASUS X405UQ

  • PROCESSOR INTEL CORE I5-7200U
  • RAM:8GB
  • INVIDIA GEFORCE 940MX
  • HARDISK 1TB
  • SSD 128GB
  • DISPLAY 14 INCH
  • O.S : Windows 11

 

Mulus nominus

Kelengkapan Laptop

  • Laptop
  • Charger

 

Harga : 4 000.000

  • Garansi Toko 2 Minggu berlaku sejak tanggal awal pembelian, jika kerusakan disebabkan oleh user error maka tidak dapat mengclaim garansi akan tetapi dapat kami bantu untuk solusi atau dibantu servis.
  • Untuk claim garansi dengan catatan divideokan saat barang akan di unboxing.

 

Bisa juga menghubungi contact kami : (081287690479)

 

Alamat lengkap : Jl. Mardani Raya No.4b, RT.2/RW.5, Cemp. Putih Bar., Kec. Johar Baru, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10560

 

Belanja mudah,aman dan terpercaya tanpa takut tertipu di Jualinlaptop.id aja.

 

Apa Itu Lebaran Ketupat dan Kapan Dirayakannya?

Perayaan Lebaran baru saja dilewati umat Islam di dunia. Namun, sebagian umat Islam di Indonesia, akan merayakan Lebaran ketupat. Apa itu Lebaran Ketupat?

Perayaan Lebaran baru saja dilewati umat Islam di seluruh dunia. Namun, sebagian umat Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa juga akan merayakan Lebaran ketupat.
Lantas, apa itu Lebaran ketupat? Dan kapan dirayakannya?

Tradisi Lebaran ketupat memang tidak tercantum dalam Al Quran, pun begitu tidak dirayakan oleh Nabi besar Muhammad SAW. Walau demikian, Lebaran Ketupat ini tetap digelar oleh sebagian besar umat Muslim di Pulau Jawa sepekan setelah hari raya Idul Fitri.

Dilansir dari NU Online, sejarah Lebaran Ketupat ini berawal dari Kanjeng Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan kepada masyarakat Jawa. Lebaran Ketupat dirayakan pada satu minggu setelah Idul Fitri, yakni pada 8 Syawal setelah melaksanakan puasa sunnah selama enam hari.

Tradisi Lebaran Ketupat atau Bakda Kupat merupakan simbolisasi ungkapan dari bahasa Jawa. Kupat adalah akronim dari Ngaku Lepat (mengakui kesalahan). Simbolisasi ini digunakan Sunan Kalijaga dalam mensyiarkan ajaran Islam di Jawa yang pada waktu itu masih banyak orang meyakini kesakralan dari ketupat.

Sejarah Lebaran Ketupat
Apa itu Lebaran Ketupat dan adakah hubungannya dengan ketupat sebagai makanan? Sebagai makanan, ketupat bukan hal yang baru.  Menurut Hikayat Indraputra ketupat telah dikenal sebagai penganan rakyat sejak 1700 Masehi.

Tradisi Lebaran Ketupat sendiri diperkirakan sudah ada sejak lama, bertepatan dengan proses masuknya agama Islam di tanah Jawa.

Dalam beberapa catatan sejarah, Sunan Kalijaga disebut sebagai orang pertama yang memperkenalkan tradisi Lebaran Ketupat. Sunan Kalijaga membudayakan dua kali bakda, yakni bakda Lebaran (Idul Fitri) dan bakda kupat (Lebaran Ketupat).

Dilansir dari NU Online, lebaran ketupat juga dikenal sebagai kegiatan Syawalan tradisi lebaran yang digambarkan sebagai simbol kebersamaan.

Di Klaten, Jawa Tengah misalnya, lebaran ketupat dikenal dengan sebutan “Kenduri Ketupat”.

Di era Wali Songo, Lebaran Ketupat ini biasanya dirayakan dengan memanfaatkan tradisi slametan yang sudah berkembang di kalangan masyarakat.

Pada masa itu, tradisi ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan ajaran Islam mengenai cara bersyukur kepada Tuhan, bersedekah, dan bersilaturahmi di hari Lebaran.

Kapan Lebaran Ketupat 2023?
Lebaran Ketupat diselenggarakan sepekan setelah Idul Fitri. Dengan demikian, Lebaran Ketupat 2023 jatuh pada Sabtu, 29 April 2023, tepat seminggu setelah Idul Fitri 2023 pada 22 April 2023.

Saat Lebaran ketupat, biasanya masyarakat kembali membuat ketupat lengkap dengan sayur, sambal goreng, dan bubuk kedelai. Makanan itu lalu dibawa ke tempat kenduri halaman rumah warga.

Selanjutnya, ketupat ditata sedemikian rupa dan didoakan bersama-sama oleh warga sebagaimana filosofi dari ketupat, yaitu mengaku lepat atau mengaku salah kepada Allah swt. Tradisi ini diawali dengan saling memaafkan sesama warga, kemudian ketupat itu disedekahkan supaya kita dan keluarga kita selalu diberi kesehatan.

Itulah penjelasan mengenai apa itu Lebaran ketupat dan kapan dirayakannya.

Sinopsis Final Girl Tayang Malam Ini di TV. Film Thriller Tentang Seorang Gadis Tangguh Melawan Sekelompok Pemuda Kejam

Film Final Girl dibintangi Alexander Ludwig dan Abigail Breslin (Foto: Prospect park / Cinedigm via IMDB)

Film Final Girl dijadwalkan tayang malam ini, Jumat, 28 April 2023 mulai pukul 23.30 WIB. Film produksi 2015 ini memasang Abigail Breslin, Alexander Ludwig dan Wes Bentley di jajaran pemeran utama. Film berdurasi 84 menit disutradarai oleh Tyler Shields.

Film yang mengusung genre thriller mengisahkan Veronica, gadis yang orangtuanya meninggal ketika ia baru berumur lima tahun. Veronica dibesarkan seorang pria bernama William. Anak dan istri William tewas dibantai penjahat.

Ketika William bertanya apakah Veronica mau mengikuti latihan khusus, gadis itu bersedia. Cerita lantas beralih 20 tahun kemudian. Veronica sudah melalui berbagai latihan fisik yang membuatnya jago bela diri dan mampu bertahan hidup dalam medan sulit sekali pun. Namun ada satu kelemahan yang belum ia taklukkan, yakni takut akan kegagalan.

Dalam film yang tayang di slot Bioskop Trans TV ini juga dikisahkan sekelompok pemuda ganteng yang terdiri dari Jameson, Daniel, Nelson, dan Shane. Meski baru berusia 17 tahun, keempatnya memiliki sifat sadis yang tak segan untuk menyiksa dan membunuh gadis tak bersalah.

Korbannya selalu gadis berambut pirang. Pada satu malam, kelompok yang dipimpin oleh Jameson ini membawa gadis bernama Gwen ke tengah hutan. Setelah disiksa, mereka menghabisi Gwen.

Simak kelanjutan sinopsis film Final Girl di bawah ini. Peringatan, tulisan ini berisi spoiler atau bocoran sampai akhir cerita.

Kenalan

Di malam yang sama, Veronica nongkrong di restoran tempat Jameson dkk biasa hangout. Veronica berkenalan dengan Jennifer, yang ternyata kekasih Shane.

Keduanya kemudian banyak mengobrol, di mana Veronica berusaha mengorek info tentang Shane dkk. Dari percakapan ini, tersirat Veronica menaruh hati pada William namun sadar pria ini menutup hati usai istri dan anaknya dibantai.

Veronica kemudian berkenalan dengan Jameson. Pemuda tampan ini langsung merayu dan mengajak kencan. Veronica bersedia, padahal ini memang strategi agar ia jadi sasaran Jameson dkk. Benar saja, Jameson dkk langsung membawa Veronica ke tengah hutan dan mengajak main Tantangan atau Kejujuran.

Halusinasi

Veronica memberikan miras yang sudah dicekoki obat bius pemicu halusinasi. Semua mau minum, kecuali Jameson. Hal ini membuat Daniel, Nelson dan Shane mulai mengalami halusinasi. Dalam kondisi teler dan mengalami halusinasi, Veronica berhasil membunuh Daniel, Nelson serta Shane.

Jameson dan Veronica akhirnya bertemu. Jameson mengaku sudah membunuh 20 gadis untuk bersenang-senang. Terjadi pergulatan di mana Veronica berhasil memaksa Jameson minum miras yang dicampur obat bius.

Akhir Kisah

Efek halusinasi mulai terasa. Jameson melihat bayangan para gadis yang dibunuhnya. Ketakutan, ia berusaha kabur tapi malah jatuh ke jurang.

Setelah Jameson tewas, Veronica pergi ke kafe untuk bertemu William, yang memberikan selamat telah berhasil menyelesaikan misi. Keduanya makan sambil ngobrol santai.

Tempat jual laptop di daerah Johar baru Jakarta Pusat

Bagi Anda yang memiliki laptop tidak terpakai,ingin ganti laptop, laptop Anda bermasalah, laptop Anda terlalu tua / kuno dan ingin dijual dan Anda berada di daerah Johar baru jakarta pusat. Anda dapat membuka  (Panggil / sms / whatsapp) kami menerima berbagai jenis laptop mulai dari merek acer, lenovo, asus, dell, serta MACBOOK. jadi bagi kamu yang berada di daerah Johar baru jakarta pusat segera hubungi kami sekarang juga di  (Telp / sms / whatsapp)

Jualinlaptop Indonesia (Jualinlaptop.id) tempat terpercaya untuk jual dan beli laptop dengan mudah dan cepat.

Hallo sobat jualin, kita adalah tempat terpercaya buat sobat semua untuk yang mau menjual laptopnya. Mulai dari kondisi normal sampai dengan kondisi kerusakan ringan tetapi untuk kondisi mati total kami belum bisa bantu ya sobat..

Jualinlaptop.id pun hadir di beberapa kota loh… Seperti di kota-kota di Jabodetabek dan ada juga nih yang di luar Jabodetabek sobat yaitu di kota Semarang,Yogyakarta dan juga Bandung nih sobat.

Untuk sobat semua yang ingin menjual laptopnya atau ingin mengedek harga laptop sobat bisa banget nih langsung aja sobat bisa menghubungi kita dengan 2 cara, yaitu :

  1. Sobat bisa membuka website kita di jualinlaptop id nah, nanti sobat semua akan diarahkan ke website dengan tampilan seperti ini yaa..

Setelah itu tinggal sobat isi untuk Data Penerima dan tunggu beberapa saat nanti akan segera dihubungi oleh Customer Servis kami.

 

  1. Ada juga nih cara selanjutnya yaitu melalui Nomor Whatsapp kami sobat.

Berikut adalah nomor-nomor yang bisa sobat hubungi berdasarkan daerah asal sobat atau daerah yang sobat tempati saat ini 😊

Bandung        : 0813-2103-0351

Bekasi            : 0812-1391-0443

Bogor             : 0821-1511-2231

Depok            : 0821-2485-8945

Jakarta           : 0821-2427-7964

Tangerang     : 0821-1494-6046

Semarang     : 0813-9178-7514

Yogyakarta    : 0812-1564-5041

Mudah bukan sobat, jadi sobat semua tidak perlu ragu lagi untuk jual laptopnya dengan mudah,aman dan terpercaya….V

Kabupaten Cianjur

Kabupaten Cianjur

Kabupaten Cianjur
Transkripsi bahasa daerah
 • Aksara Sundaᮎᮤᮃᮔ᮪ᮏᮥᮁ
Situs Gunung Padang

Bendera Kabupaten Cianjur

Lambang resmi Kabupaten Cianjur

Julukan:

Kota Tauco[butuh rujukan]
Motto:

Sugih Mukti
(Sunda) Kaya dan makmur
Peta

Peta
Cianjur di Cianjur

Cianjur
Cianjur
Peta

Koordinat: 6.82122221°S 107.14010111°E
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
Hari jadi12 Juli 1677 (umur 345)
Ibu kotaCianjur
Jumlah satuan pemerintahan

Daftar
Pemerintahan

 • BupatiHerman Suherman[1]
 • Wakil BupatiTubagus Mulyana Syahrudin[2]
Luas

 • Total3.840,16 km2 (1,482,69 sq mi)
Populasi

 (2021)[3]
 • Total2.372.459
 • Kepadatan616,83/km2 (1,597,6/sq mi)
Demografi

 • AgamaIslam 99,36%
Kristen 0,55%
Protestan 0,43%
Katolik 0,12%
Buddha 0,08%
Hindu 0,01%[3]
 • BahasaIndonesia (resmi), Sunda
 • IPMKenaikan 65,56 (2021)
Penurunan 65,36 (2020)
( Sedang )[4]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode area telepon+62 263
Pelat kendaraanxxxx W*/X*/Y*/Z*
Kode Kemendagri32.03 Edit nilai pada Wikidata
DAURp 1.630.344.869.000,00 (2020)[5]
Semboyan daerahCianjur Manjur (Mandiri, Maju, Religius)
Situs webwww.cianjurkab.go.id

Cianjur (Sundaaksara Sundaᮎᮤᮃᮔ᮪ᮏᮥᮁ) adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di provinsi Jawa BaratIndonesia. Ibu kotanya berada di kecamatan Cianjur. Wilayah barat laut Kabupaten ini meliputi, Kecamatan CipanasPacetSukaresmi dan Cugenang yang merupakan bagian dari kawasan Metropolitan Jabodetabekjur atau Jabodetabekpunjur, yang disahkan dalam Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2008 Diarsipkan 2017-08-28 di Wayback Machine.. Kabupaten Cianjur berbatasan dengan Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Purwakarta di sebelah Utara, kemudian Kabupaten PurwakartaKabupaten BandungKabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Garut di sebelah Timur, dan Samudra Hindia di sebelah Selatan, serta Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor di sebelah Barat.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Titik ekstrem Kabupaten Cianjur
Barat7.405713569614538°S 106.77646808308042°EBojongkaso, Agrabinta, Cianjur
Selatan7.505881539152046°S 107.42371768344529°EKarangwangi, Cidaun, Cianjur
Timur7.3537504661202195°S 107.48477862514481°ECibuluh, Cidaun, Cianjur
Utara6.60214985553119°S 107.22708743255637°ECigunungherang, Cikalongkulon, Cianjur

Sebagian besar wilayah Cianjur adalah pegunungan, kecuali di sebagian pantai selatan berupa dataran rendah yang sempit. Lahan-lahan pertanian tanaman pangan dan hortikulturapeternakanperikananperkebunan dan kehutanan merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat. Keadaan itu ditunjang dengan banyaknya sungai besar dan kecil yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya pengairan tanaman pertanian. Sungai terpanjang di Cianjur adalah Sungai Cibuni, yang bermuara di Samudra Hindia.

Dari luas wilayah Kabupaten Cianjur 350.148 hektar, pemanfaatannya meliputi 83.034 Ha (23,71 %) berupa hutan produktif dan konservasi, 58,101 Ha (16,59 %) berupa tanah pertanian lahan basah, 97.227 Ha (27,76 %) berupa lahan pertanian kering dan tegalan, 57.735 Ha (16,49 %) berupa tanah perkebunan, 3.500 Ha (0,10 %) berupa tanah dan penggembalaan / pekarangan, 1.239 Ha (0,035 %) berupa tambak / kolam, 25.261 Ha (7,20 %) berupa pemukiman / pekarangan dan 22.483 Ha (6.42 %) berupa penggunaan lain-lain.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Regent Cianjur dan isterinya naik mobil di depan kediaman mereka pada tahun 1920-an

Raden Djajasasana putra Aria Wangsa Goparana dari Talaga keturunan Sunan Talaga, dengan membawa 100 cacah (rakyat) ditugaskan untuk membuka wilayah baru yang bernama Cikundul. R. Djajasasana kemudian berhasil menahan serangan Banten dalam mempertahankan wilayahnya sehingga dia dianugerahi gelar panglima (Wira Tanu). Sehingga dia akhirnya dikenal dengan gelar Raden Aria Wira Tanu

Aria Wangsa Goparana kemudian mendirikan Nagari Sagara Herang dan menyebarkan Agama Islam ke daerah sekitarnya. Sementara itu Cikundul yang sebelumnya hanyalah merupakan sub nagari menjadi Ibu Nagari tempat pemukiman rakyat Djajasasana. Beberapa tahun sebelum tahun 1680 sub nagari tempat Raden Djajasasana disebut Cianjur (Tsitsanjoer-Tjiandjoer).[6]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Bupati dan Wakil[sunting | sunting sumber]

Bupati adalah pemimpin tertinggi di lingkungan pemerintahan Kabupaten Cianjur. Bupati Cianjur bertanggungjawab kepada gubernur provinsi Jawa Barat atas wilayah tersebut. Saat ini, bupati atau kepala daerah yang menjabat di Kabupaten Cianjur ialah Herman Suherman, didampingi oleh wakil bupati Tubagus Mulyana Syahrudin. Mereka menang pada Pemilihan umum Bupati Cianjur 2020. Herman dan Mulyana dilantik oleh gubernur Jawa BaratRidwan Kamil, pada 18 Mei 2021 di Kota Bandung, untuk periode 20212026.[7]

BupatiMulai jabatanAkhir jabatanPrd.Ket.Wakil Bupati
Herman Suherman.jpgHerman Suherman18 Mei 2021petahana(2020)Periode 39Tubagus Mulyana Syahrudin.jpgTubagus Mulyana Syahrudin

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Cianjur dalam tiga periode terakhir.[8][9][10]

Partai PolitikJumlah Kursi dalam Periode
2009-20142014-20192019-2024
PKB3Kenaikan 4Kenaikan 5
Gerindra2Kenaikan 5Kenaikan 11
PDI-P7Steady 7Penurunan 5
Golkar8Steady 8Steady 8
NasDem(baru) 1Kenaikan 6
PKS5Steady 5Steady 5
PPP6Penurunan 3Penurunan 2
PAN0Kenaikan 1Kenaikan 3
Hanura2Kenaikan 4Penurunan 0
Demokrat14Penurunan 10Penurunan 5
PBB3Penurunan 2Penurunan 0
Jumlah Anggota50Steady 50Steady 50
Jumlah Partai9Kenaikan 11Penurunan 9

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Cianjur memiliki 32 kecamatan, 6 kelurahan, dan 354 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduk mencapai 2.246.663 jiwa dengan luas wilayah 3.840,16 km² dan sebaran penduduk 585 jiwa/km².[11][12]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Cianjur, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanKelurahanDesaStatusDaftar
Desa/Kelurahan
32.03.22Agrabinta11Desa
32.03.06Bojongpicung11Desa
32.03.15Campaka11Desa
32.03.25Campaka Mulya5Desa
32.03.01Cianjur65Desa
Kelurahan
32.03.03Cibeber18Desa
32.03.20Cibinong14Desa
32.03.23Cidaun14Desa
32.03.29Cijati10Desa
32.03.26Cikadu10Desa
32.03.12Cikalongkulon18Desa
32.03.04Cilaku10Desa
32.03.28Cipanas7Desa
32.03.05Ciranjang9Desa
32.03.11Cugenang16Desa
32.03.27Gekbrong8Desa
32.03.31Haurwangi8Desa
32.03.17Kadupandak14Desa
32.03.07Karangtengah16Desa
32.03.30Leles12Desa
32.03.08Mande12Desa
32.03.24Naringgul11Desa
32.03.10Pacet7Desa
32.03.18Pagelaran14Desa
32.03.32Pasirkuda9Desa
32.03.21Sindangbarang11Desa
32.03.09Sukaluyu10Desa
32.03.14Sukanagara10Desa
32.03.13Sukaresmi11Desa
32.03.16Takokak9Desa
32.03.19Tanggeung12Desa
32.03.02Warungkondang11Desa
TOTAL6354

Kabupaten Cianjur terdiri atas 32 Kecamatan, 342 Desa dan 6 Kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Cianjur.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku bangsa[sunting | sunting sumber]

Seorang wanita Cianjur, antara tahun 1945-1955

Kabupaten Cianjur, menurut Sensus Penduduk 2000, berpenduduk 1.931.480 jiwa, terdiri dari penduduk laki-laki sebanyak 982.164 jiwa dan perempuan 949.676 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 2,23 %. Kecamatan yang jumlah penduduknya terbesar adalah Kecamatan Pacet sebanyak 170.224 jiwa dan Kecamatan Cianjur sebanyak 140.374 jiwa. Kecamatan lainnya yang jumlah penduduknya di atas 100.000 jiwa adalah Kecamatan Cibeber (105.0204 jiwa), Kecamatan Warungkondang (101.580 jiwa) dan Kecamatan Karangtengah (123.158 jiwa). Kecamatan yang jumlah penduduknya terkecil adalah Kecamatan Cikadu sebanyak 36.212 jiwa. Kecamatan lainnya yang jumlah penduduknya antara 40.000–50.000 jiwa adalah Kecamatan Sindangbarang, Takokak, dan Sukanagara. Kemudian, berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Cianjur tahun 2022, jumlah penduduk kabupaten Cianjur pada tahun 2021 sebanyak 2.506.682 jiwa, dengan kepadatan 694 jiwa/km2.[13]

Penduduk asli kabupaten Cianjur adalah orang Sunda, dan menjadi mayoritas di kabupaten ini. Suku lain yang ada di Cianjur diantaranya ialah orang Jawa, dan sebagian lagi orang BetawiCirebon, serta suku pendatang lainnya seperti BatakTionghoaMinangkabauBanten, dan lainnya. Dari data Sensus penduduk Indonesia tahun 2000, berikut adalah besaran penduduk Kabupaten Cianjur berdasarkan suku bangsa;[14]

NoSukuPopulasi (2000)%
1Sunda1.884.96296,94%
2Jawa17.9990,93%
3Betawi3.0140,15%
4Tionghoa2.1320,11%
5Minangkabau1.6200,08%
6Batak1.5510,08%
7Cirebon2010,01%
8Banten1880,01%
9Suku lainnya32.8631,69%
Kabupaten Cianjur1.944.530100%

Agama[sunting | sunting sumber]

Masjid Agung Cianjur

Penduduk Kabupaten Cianjur mayoritas memeluk agama Islam yang mencapai 99,36%, sedangkan penduduk beragama lainnya mencapai 0,64%. Jumlah penduduk Kabupaten Cianjur berdasarkan agama yang dianut tahun 2021, yakni [3] beragama Islam sebanyak 2.372.459 jiwa (99,36%). Kemudian, penduduk beragama Kristen sebanyak 13.160 jiwa (0,55%), umumnya berada di ibu kota kabupaten yakni kecamatan Cianjur, kemudian Ciranjang dan Karangtengah. Penduduk yang beragama Buddha sebanyak 1.958 jiwa (0,08%), umumnya berada di ibu kota kabupaten yakni kecamatan Cianjur. Selebihnya pemeluk agama HinduKonghucu, dan kepercayaan sebanyak 164 orang (0,01%), umumnya berada di ibu kota kabupaten

Cileungsi, Bogor

Cileungsi, Bogor

Cileungsi
Cileungsi di Kabupaten Bogor

Cileungsi
Cileungsi
Peta lokasi Kecamatan Cileungsi

Koordinat: 6.403656736592419°S 106.96352375870615°EKoordinat6.403656736592419°S 106.96352375870615°E
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
KabupatenBogor
Pemerintahan

 • Camat
Populasi

 • Total360,000 (SP 2.020) jiwa
Kode Kemendagri32.01.07 Edit nilai pada Wikidata
Desa/kelurahan12

Cileungsi (atau orang sekitar sering menyebut Cilengsi)[a] adalah sebuah kecamatan di Kabupaten BogorProvinsi Jawa BaratIndonesia. Dahulunya Cileungsi adalah bagian dari Kawedanan Jonggol yang dihapuskan pada tahun 1963 setelah penghapusan Kawedanan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 1963.[1] Sekarang, Cileungsi merupakan kecamatan dengan penduduk terbesar ketiga di Kabupaten Bogor setelah Gunung Putri dan Cibinong, serta merupakan kecamatan termaju kedua (berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia) di Kabupaten Bogor setelah Gunung Putri. Pusat kecamatan Cileungsi berada Kawasan Metland Transyogi, Desa Cileungsi yang berada di ketinggian +101 m dpl.[2]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Topografi[sunting | sunting sumber]

Kondisi Topografi Kecamatan Cileungsi dengan kemiringan antara 0–18 % dan terletak pada ketinggian antara 55 – 178 m di atas permukaan air laut.

  1. Ketinggian 55 – 100 m: Limus NunggalPasir AnginCipenjoCileungsiCileungsi Kidul dan Mekarsari.
  2. Ketinggian 101 – 150 m: GandoangDayeuhMampirCipeucang, dan Jatisari.
  3. Ketinggian 151 – 180 m: Setu Sari, dan sebagian Mampir.

Lokasi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Cileungsi terletak di Wilayah timur laut, Kabupaten Bogor yang dahulunya merupakan bagian Wilayah Kawedanan Jonggol. Saat ini Cileungsi adalah salah satu daerah industri terbesar di kawasan Jabodetabek.[3]

Selain sebagai daerah industri, Kecamatan ini juga memiliki tempat wisata yang cukup dikenal di Jabodetabek, yaitu Taman Wisata Mekarsari. Dengan luas 264 Hektar, Taman Wisata ini merupakan salah satu pusat pelestarian buah-buahan tropika terbesar di dunia dan Situ Tunggilis sebuah danau, telaga yang berada di bagian timur kecamatan ini, letaknya tepat berada di samping Jalan Transyogi (Segmen 2 Jonggol Barat).

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

UtaraKota Bekasi dan Kabupaten Bekasi
TimurKabupaten Bekasi
SelatanKecamatan Klapanunggal dan Kecamatan Jonggol
BaratKecamatan Gunung Putri

Pemekaran[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Cileungsi akan menjadi bagian dari Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogor Timur, bersama 6 (enam) Kecamatan lainnya yaitu : JonggolGunung PutriKlapanunggalSukamakmurCariu dan Tanjungsari; serta usulan kecamatan yang sedang dikaji guna mendukung pemekaran tersebut, yaitu Cikeas (pemekaran dari Gunung Putri), Situsari (pemekaran dari Cileungsi, Klapanunggal & Jonggol), Jonggol Selatan (pemekaran dari Jonggol & Sukamakmur) dan Sukawangi (pemekaran dari Sukamakmur). Sementara, Ibukota Kabupaten Bogor Timur direncanakan berada di Kecamatan Jonggol.[4]

Wilayah Timur Kecamatan Cileungsi juga diusulkan dimekarkan bersamaan dengan Pembentukan DOB Kabupaten Bogor Timur, alasannya adalah jumlah penduduk yang sangat besar, sehingga beban pelayanan masyarakat yang dipikul Kecamatan Cileungsi cukup tinggi. Rencananya kecamatan baru tersebut bernama Kecamatan Situsari yang akan terdiri dari beberapa desa antara lain:[5]

Desa/Kelurahan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah Desa/Kelurahan yang terdapat di Kecamatan Cileungsi, beserta informasi mengenai ketinggian diatas permukaan laut Meter (DPL), luas wilayah, jumlah penduduk dan kepadatan penduduk pada tahun 2019[6]

No.Ketinggian Meter DPL[7]Nama DesaLuas Wilayah (Km2)Jumlah PendudukKepadatan Penduduk per Km2
176 – 110Cileungsi3.5433.2819.401
251 – 95Limus Nunggal7.1649.7116.942
392 – 121Cileungsi Kidul6.2249.0927.892
4153 – 178Setu Sari8.7428.5733.269
562 – 105Pasir Angin5.7839.8486.894
670 – 117Cipenjo4.9029.2105.961
7121 – 139Dayeuh8.5635.2664.119
8136 – 164Mampir6.0112.5312.085
998 – 131Mekarsari5.7310.9271.906
10110 – 150Gandoang4.8820.1134.121
11118 – 155Cipeucang4.0917.8884.373
1292 – 139Jatisari4.6810.7412.295
51 -178Cileungsi70.19340,1814.846

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Angkutan Kota[sunting | sunting sumber]

  • D121: Cileungsi-Kampung Rambutan PP
  • F33: Cicadas-Cileungsi PP
  • F40: Cileungsi-Limusnunggal PP
  • F40A: Cileungsi-Pasir Angin PP
  • F42: Cileungsi-Situsari PP
  • F45: Cileungsi-Gandoang PP
  • F46: Cicadas-Jonggol PP
  • F47: Cileungsi-Cipenjo PP
  • F49: Cileungsi-Bojong Kulur PP
  • F60: Cileungsi-Pasir Tanjung PP
  • F64: Cibinong-Jonggol PP
  • F92: Cileungsi-Bantar Gebang PP
  • K02B: Cileungsi-Pondok Gede PP
  • K56: Cileungsi-Cawang UKI PP
  • P01: Cileungsi-Cisalak PP
  • P03: Cileungsi-Ragamanunggal PP
  • T02: Cileungsi-Ciawi PP
  • T05: Cileungsi-Laladon PP

Perguruan tinggi[sunting | sunting sumber]

  1. Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Jumlah bangunan[sunting | sunting sumber]

  • Sekolah: 43 Unit
  • SD: 13 Unit
  • SMP: 13 Unit
  • SMA / SMK: 16 Unit
  • Rumah Sakit: 5 Unit

Referensi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karawang

Kabupaten Karawang

Kabupaten Karawang
Transkripsi bahasa daerah
 • Aksara Sundaᮊᮛᮝᮀ
Dari atas searah jarum jam : Gedung Pemerintahan daerah (Pemda) kabupaten Karawang di kecamatan Karawang Timur, Pintu Jalan Bendungan Walahar di desa Walahar, Klari (dibangun 1918 - selesai 1925), Kompleks Pemakaman Bupati Karawang di desa Manggung Jaya, Cilamaya Kulon, Pantai Tanjung Baru di desa Pasir Jaya, Cilamaya Kulon, Curug Cigentis, di desa Mekar Buana, Tegal Waru, Persawahan Karawang dan Perbukitan di kawasan pegunungan Sanggabuana.

Dari atas searah jarum jam : Gedung Pemerintahan daerah (Pemda) kabupaten Karawang di kecamatan Karawang Timur, Pintu Jalan Bendungan Walahar di desa Walahar, Klari (dibangun 1918 – selesai 1925), Kompleks Pemakaman Bupati Karawang di desa Manggung Jaya, Cilamaya Kulon, Pantai Tanjung Baru di desa Pasir Jaya, Cilamaya Kulon, Curug Cigentis, di desa Mekar Buana, Tegal Waru, Persawahan Karawang dan Perbukitan di kawasan pegunungan Sanggabuana.
Lambang resmi Kabupaten Karawang

Motto:

Pangkal perjuangan
Peta

Peta
Kabupaten Karawang di Jawa Barat

Kabupaten Karawang
Kabupaten Karawang
Peta

Koordinat: 6.3050853°S 107.3002579°E
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
Tanggal berdiri8 Agustus 1950[1]
Dasar hukumUU №14/1950[1]
Hari jadi14 September 1633
Ibu kotaKarawang Barat
Jumlah satuan pemerintahan

Daftar
Pemerintahan

 • BupatiDr. Cellica Nurrachadiana
 • Wakil BupatiH. Aep Syaepuloh, S.E.
Luas

 • Total1.652,00 km2 (637,84 sq mi)
Populasi

 • Total2.406.895
 • Kepadatan1.457/km2 (3,770/sq mi)
Demografi

 • AgamaIslam 98,04%
Kristen 0,0%
Protestan 1,36%
Katolik 0,33%
Buddha 0,24%
Hindu 0,02%
Konghucu 0,01% [2]
 • BahasaIndonesia
Sunda
 • IPMKenaikan 70,94 (2021)
( Tinggi )[3]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
Kode area telepon0264 dan 0267 (Khusus Wilayah Eks-Kawedanan Cikampek)
Pelat kendaraanxxxx D**/E**/F/G/H/K**/L/M/N/P/R/S
Kode Kemendagri32.15 Edit nilai pada Wikidata
DAURp 1.338.368.057.000,00- (2020)[4]
Semboyan daerahInterasih (Indah, Tertib, Aman, Bersih)
Situs webwww.karawangkab.go.id

Kabupaten Karawang (aksara Sunda: ᮊᮛᮝᮀ) adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa BaratIndonesia. Ibu kotanya adalah Kecamatan Karawang Barat, kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Bekasi di Barat, Kabupaten Bogor di Barat daya Dan Selatan, Laut Jawa di Utara, Kabupaten Subang di Timur, Kabupaten Purwakarta di Tenggara Dan Selatan. Karawang memiliki luas wilayah 1.652,00 km2, dengan jumlah penduduk pada tahun 2021 sebanyak 2.406.895 jiwa, dan kepadatan penduduk 1.457 jiwa per km2.[2]

Pada tahun 2012, kabupaten Karawang memiliki pembangunan proyek-proyek besar yaitu Summarecon, Agung Podomoro, Agung Sedayu, Metland dan lain-lain. Sejarah Monumen Gempol Ngadeupa di Karawang Selatan, dalam catatan sejarah Indonesia, pada tanggal 16 Agustus 1945, Sukarno beserta beberapa orang merumuskan Kemerdekaan Republik Indonesia di Rengasdengklok.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Kata karawang” muncul pada Naskah Bujangga Manik dari akhir abad ke-15 atau awal abad ke-16. Bujangga Manik menuliskan sebagai berikut:

Leteng karang ti Karawang,
Leteng susuh ti Malayu,
Pamuat aki puhawang.
Dipinangan pinang tiwi,
Pinang tiwi ngubu cai,

Dalam bahasa Sundakarawang mempunyai arti “penuh dengan lubang”. Bisa jadi pada daerah Karawang zaman dulu banyak ditemui lubang.

Cornelis de Houtman, orang Belanda pertama yang menginjakkan kakinya di pulau Jawa, pada tahun 1596 menuliskan adanya suatu tempat yang bernama Karawang sebagai berikut:

Di tengah jalan antara Pamanukan dan Jayakarta, pada sebuah tanjung terletak Karawang.[5]

R. Tjetjep Soepriadi dalam buku Sejarah Karawang[butuh rujukan] berspekulasi tentang asal-muasal kata karawang, pertama kemungkinan berasal dari kata karawaan yang mengandung arti bahwa daerah ini terdapat “banyak rawa”, dibuktikan dengan banyaknya daerah yang menggunakan kata rawa di depannya seperti, Rawa GabusRawa MonyetRawa Merta dan lain-lain; selain itu berasal dari kata kera dan uang yang mengandung arti bahwa daerah ini dulunya merupakan habitat binatang sejenis monyet yang kemudian berubah menjadi kota yang menghasilkan uang; serta istilah serapan yang berasal dari bahasa Belanda seperti caravan dan lainnya.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Hiasan penanda hajatan pernikahan pada masyarakat wilayah Kabupaten Karawang wilayah selatan, hiasan terbuat dari batang bambu utuh yang disisakan daun bagian atasnya dilengkapi dengan topi caping yang digantung lengkap dengan tali-tali berwarna-warni dibawahnya yang menjuntai (penggunaan tali bisa disubtitusi atau digantikan dengan kertas warna-warni).

Hiasan ini merupakan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Karawang bagian selatan yang ditumbuhi banyak pohon bambu.

Pemukiman awal[sunting | sunting sumber]

Wilayah Karawang sudah sejak lama dihuni manusia. Peninggalan Situs Batujaya dan Situs Cibuaya yang luas menunjukkan pemukiman pada awal masa modern yang mungkin mendahului masa Kerajaan Tarumanagara. Penduduk Karawang semula beragama Hindu dan Budha dan wilayah ini berada di bawah kekuasaan Kerajaan Sunda.

Penyebaran Islam[sunting | sunting sumber]

Agama Islam mulai dianut masyarakat setempat pada masa Kerajaan Sunda, setelah seorang patron bernama Syekh Hasanudin bin Yusuf Idofi, konon dari Makkah, yang terkenal dengan sebutan Syekh QuroSyekh Quro merupakan seorang utusan Raja Campa yang mengikuti pelayaran persahabatan ke Majapahit dari Dinasti Ming yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho (Kapal Laksamana Cheng Ho tercatat mendarat di Pelabuhan Muara Jati, Kerajaan Singapura (cikal bakal Kesultanan Cirebon pada tahun 1415[6].), ketika kapal sudah berada di Pura, Karawang, Syekh Quro beserta pengikutnya turun dan tinggal untuk menyebarkan agama Islam di wilayah Pura dan kemudian menikah dengan Putri Ki Gede Karawang yang bernama Ratna sondari[7] dan meluaskan pengajarannya hingga ke wilayah Pura Dalem (Pedalaman Pura) kemudian mendirikan pesantren di Desa Pulo Kelapa (sekarang masuk kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang)

Dari pernikahannya dengan Ratna Sondari, Syekh Quro memiliki seorang anak yang diberi nama Ahmad, Ahmad inilah yang kemudian dikenal dengan nama Syekh Ahmad (Penghulu Pertama di Karawang), Syekh Ahmad pernah diperintahkan oleh ayahnya untuk membantu Syekh Nur Jati atau Syekh Datuk Kahfi di Pesambangan (sekarang masuk wilayah kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon).

Hubungan penyebaran Islam di Karawang dengan Kesultanan Cirebon[sunting | sunting sumber]

Wayang kulit Cirebon gaya Cilamaya karya Ki Ardi, disungging ulang oleh Ki Enang Sutria dan dibrom ulang oleh Arie Nugraha

Puteri Ki Gede Karawang yaitu Ratna sondari memberikan sumbangan hartanya untuk mendirikan sebuah masjid di Gunung Sembung (letaknya berdekatan dengan Gunung Jati) atau dikenal dengan sebutan (Nur Giri Cipta Rengga) yang bernama Masjid Dog Jumeneng atau Masjid Sang Saka Ratu, yang sampai sekarang masih digunakan dan terawat baik.[8]

Syekh Ahmad (Anak Syekh Quro dengan Ratna sondari) kemudian berkeluarga dan memiliki seorang putera bernama Musanudin, Musanudin inilah yang kemudian menjadi Lebai di Kesultanan Cirebon dan memimpim Masjid Agung Sang Cipta Rasa pada masa kepemimpinan Sunan Gunung Jati. Pengangkatan juru kunci di situs makam Syekh Quro dikuatkan oleh pihak Keraton Kanoman, Cirebon. Syekh Quro memberikan ajaran yang kemudian dilanjutkan oleh murid-murid Wali Sanga. Makam Syeikh Quro terletak di Pulobata, Kecamatan Lemahabang.

Pembangunan Pos dan Pedukuhan di Pisangan – Sedari, Karawang[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1518, Syekh Syarif Hidayatullah mengutus Janapura yang merupakan muridnya yang berasal dari Kudus untuk membuat sebuah pedukuhan di dekat laut di wilayah ujung Karawang yang sekarang berada di sekitar Pisangan–Sedari, Karawang, pedukuhan yang dibangun oleh Janapura kemudian menjadi pos kesultanan Cirebon di wilayah pesisir utara bagian barat[9]

Pedukuhan yang pertama dibuat oleh Janapura adalah pedukuhan Pisangan, setelah 10 tahun menetap di Pisangan, kedua puteri dari Janapura yaitu Dewi Sondari dan Andidari datang berkunjung. Pada tahun 1528 Janapura yang kemudian dikenal sebagai Syekh Janapura mendapatkan misi untuk mengislamkan daerah Tanjung Suwung yang sekarang dikenal dengan nama Sedari. Wilayah Tanjung Suwung pada masa itu banyak dihuni oleh masyarakat pelarian dari kerajaan Telaga, Syekh Janapura kemudian berhasil mengislamkan masyarakat di Tanjung Suwung dan selanjutnya mengembangkan pedukuhan disana,[9] menurut Zakaria Husein (sejarahwan Karawang) berita keberhasilan Syekh Janapura mengislamkan Tanjung Suwung kemudian tersebar hingga ke Kudus, tidak lama kemudian Raden Imanillah (keluarga Sunan Kudus) meminang Dewi Sondari dan membawanya kembali ke Kudus, untuk memperingati pernikahan puterinya yaitu Dewi Sondari dengan Raden Imanillah, Syekh Janapura kemudian memberikan nama pada pedukuhan di Tanjung Suwung tersebut dengan nama pedukuhan Sondari yang kemudian dikenal oleh masyarakat sekarang dengan nama Sedari.

Menurut data yang dihimpun oleh Zakaria Husein, Syekh Janapura tinggal di Tanjung Suwung hingga akhir hayatnya yakni pada tahun 1567, beliau kemudian dimakamkan di dekat pantai.[9]

Masa Kesultanan Cirebon[sunting | sunting sumber]

Setelah Kerajaan Sunda runtuh maka wilayah antara sungai Angke dan sungai Cipunegara terbagi dua. Menurut Carita Sajarah BantenSunan Gunung Jati pada abad ke 15[10] membagi wilayah antara sungai Angke dan sungai Cipunegara menjadi dua bagian dengan sungai Citarum sebagai pembatasnya, sebelah timur sungai Citarum hingga sungai Cipunegara masuk wilayah Kesultanan Cirebon yang sekarang menjadi Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang dan sebelah barat sungai Citarum hingga sungai Angke menjadi wilayah bawahan Kesultanan Banten dengan nama Jayakarta.[11][12]

Pemerintahan mandiri[sunting | sunting sumber]

Sebagai suatu daerah berpemerintahan sendiri tampaknya dimulai semenjak Karawang diduduki oleh Kesultanan Mataram, di bawah pimpinan Wiraperbangsa dari Sumedang Larang tahun 1632. Kesuksesannya menempatkannya sebagai wedana pertama dengan gelar Adipati Kertabumi III. Semenjak masa ini, sistem pertanian melalui pengairan irigasi mulai dikembangkan di Karawang dan perlahan-lahan daerah ini menjadi daerah pusat penghasil beras utama di Pulau Jawa hingga akhir abad ke-20.

Selanjutnya, Karawang menjadi kabupaten dengan bupati pertama Raden Adipati Singaperbangsa bergelar Kertabumi IV yang dilantik 14 September 1633. Tanggal ini dinobatkan menjapada hari jadi Kabupaten Karawang. Selanjutnya, bupatinya berturut-turut adalah R. Anom Wirasuta 1677-1721, R. Jayanegara (gelar R.A Panatayuda II) 1721-1731, R. Martanegara (R. Singanagara dengan gelar R. A Panatayuda III) 1731-1752, R. Mohamad Soleh (gelar R. A Panatayuda IV) 1752-1786. Pada rentang ini terjadi peralihan penguasa dari Mataram kepada VOC (Belanda).

Menjelang Kemerdekaan Indonesia[sunting | sunting sumber]

Pada masa menjelang Kemerdekaan Indonesia, Kabupaten Karawang menyimpan banyak catatan sejarah. Rengasdengklok merupakan tempat disembunyikannya Soekarno dan Hatta oleh para pemuda Indonesia untuk secepatnya merumuskan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 16 Agustus 1945.

Kabupaten Karawang menjadi inspirasi sastrawan Chairil Anwar menulis karya Antara Karawang-Bekasi karena peristiwa pertempuran di daerah sewaktu pasukan dari Divisi Siliwangi harus meninggalkan Bekasi menuju Karawang yang masih menjadi daerah kekuasaan Republik.

Kecamatan Rengasdengklok adalah daerah pertama milik Republik Indonesia yang gagah berani mengibarkan bendera Merah Putih sebelum Proklamasi kemerdekaan Indonesia di Gaungkan.[butuh rujukan] Oleh karena itu selain dikenal dengan sebutan Lumbung Padi Karawang juga sering disebut sebagai Kota Pangkal Perjuangan. Di Rengasdengklok didirikan sebuah monumen yang dibangun oleh masyarakat sekitar, kemudian pada masa pemerintahan Megawati didirikan Tugu Kebulatan Tekad atau warga sekitar menyebutnya dengan Tugu Peureup/Tugu Bojong, untuk mengenang sejarah Republik Indonesia.

Setelah Kemerdekaan Indonesia[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 9 Desember 1947, terjadi peristiwa pembantaian penduduk Kampung Rawagede (sekarang terletak di Desa Balongsari, Rawamerta, Karawang), di antara Karawang dan Bekasi, oleh tentara Belanda sewaktu melancarkan agresi militer pertama. Sejumlah 431 penduduk menjadi korban pembantaian ini.

Wilayah Karawang pada masa lalu (hasil pembagian oleh Sunan Gunung Jati pada abad ke 15) kemudian dipecah menjadi dua bagian pada masa perang kemerdekaan sekitar tahun 1948 dengan sungai Citarum dan sungai Cilamaya menjadi pembatasnya, wilayah Kabupaten Karawang Barat meliputi wilayah Kabupaten Karawang sekarang ditambah desa-desa di sebelah barat Citarum yaitu desa-desa Sukasari dan Kertamanah dengan ibu kota di kecamatan Karawang, sementara Kabupaten Karawang Timur meliputi wilayah Kabupaten Purwakarta dikurangi desa-desa di kecamatan Sukasari (yang dahulu masih bagian dari Kabupaten Karawang) dan Kabupaten Subang dengan ibu kota di kecamatan Subang.[13]

lalu kemudian pada tahun 1950 nama Kabupaten Karawang Timur diubah menjadi Kabupaten Purwakarta dengan ibu kota di Kecamatan Subang dan Kabupaten Karawang Barat menjadi Krawang dengan ibu kota di kecamatan Karawang. Selanjutnya, tahun 1958 daerah sekitar Gunung Sanggabuana atau Loji yaitu Kecamatan Pangkalan yang sebelumnya menjadi bagian dari Kawedanan Jonggol, Bogor digabungkan kedalam wilayah Kabupaten Krawang.[14]

Pada tahun 1968 terjadi pemekaran wilayah Kabupaten Purwakarta yang sebelumnya bernama Kabupaten Karawang Timur menjadi dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Subang dengan ibu kota di kecamatan Subang dan Kabupaten Purwakarta dengan ibu kota di kecamatan Purwakarta, karena pada tahun yang sama berlangsung proyek besar bendungan Ir. Djuanda atau yang dikenal dengan nama Bendungan Jatiluhur maka pemerintah pusat pada masa itu merasa perlu untuk menyatukan wilayah waduk Jatiluhur ke dalam satu wilayah kerja yang akhirnya diputuskan dimasukan ke dalam wilayah Kabupaten Purwakarta sehingga pada tahun 1968 wilayah Kabupaten Krawang harus melepaskan desa-desa yang berada disebelah barat sungai Citarum yang masuk dalam proyek besar bendungan Ir. Djuanda atau Bendungan Jatiluhur, desa-desa tersebut adalah desa-desa Sukasari dan Kertamanah yang sekarang masuk dalam kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, sehingga dengan diterbitkannya Undang-Undang No. 4 Tahun 1968 maka wilayah Kabupaten Krawang menjadi berkurang dan wilayah inilah yang dikemudian hari disebut sebagai Kabupaten Karawang[15]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Curug Cigentis

Wilayah Kabupaten Karawang sebagian besar dataran pantai yang luas, terhampar di bagian pantai Utara dan merupakan endapan batuan sedimen yang dibentuk oleh bahan–bahan lepas terutama endapan laut dan aluvium vulkanik. Sedangkan di bagian tengah kawasan perbukitan yang sebagian besar terbentuk oleh batuan sedimen, sedang di bagian Selatan yang merupakan wilayah limpahan dari Kawedanan Jonggol merupakan daerah perbukitan yang sejuk terdapat Gunung Sanggabuana dengan ketinggian ± 1.291 Mdpl. Wilayah selatan ini secara iklim dan kondisi geografis berbeda dengan sebagian besar wilayah Kabupaten Karawang yang didominasi oleh dataran rendah, datar dan beriklim panas, wilayah selatan secara geografis dan iklim, bahkan kultur lebih mirip dengan wilayah Jonggol, Bogor.

Topografi[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar wilayah Kabupaten Karawang adalah dataran rendah, dan di sebagian kecil di wilayah selatan berupa dataran tinggi.

Iklim[sunting | sunting sumber]

Sesuai dengan bentuk morfologinya Kabupaten Karawang terdiri dari dataran rendah yang mempunyai temperatur udara rata-rata 27 °C dengan tekanan udara rata-rata 0,01 milibar, penyinaran matahari 66 persen dan kelembaban nisbi 80 persen. Iklim di wilayah Kabupaten Karawang adalah iklim tropis basah dan kering (Aw) dengan dua musim, yaitu musim penghujan yang disebabkan oleh angin muson baratan yang bersifat basah & lembap dan musim kemarau yang disebabkan oleh angin muson timuran yang bersifat kering. Curah hujan tahunan berkisar antara 1.100 – 3.200 mm/tahun. Pada bulan Januari sampai April bertiup angin muson barat dan sekitar bulan Juni bertiup angin muson timur–tenggara. Kecepatan angin antara 30 – 35 km/jam, lamanya tiupan rata-rata 5 – 7 jam.

Data iklim Karawang, Jawa Barat, Indonesia
BulanJanFebMarAprMeiJunJulAgtSepOktNovDesTahun
Rata-rata tertinggi °C (°F)30.2
(86.4)
31.2
(88.2)
32
(90)
32.8
(91)
33.1
(91.6)
32.3
(90.1)
32.2
(90)
32.7
(90.9)
33.3
(91.9)
34.3
(93.7)
32.7
(90.9)
31.2
(88.2)
32.33
(90.24)
Rata-rata harian °C (°F)26.5
(79.7)
27.4
(81.3)
27.9
(82.2)
27.4
(81.3)
26.5
(79.7)
26.2
(79.2)
26.1
(79)
27.2
(81)
27.8
(82)
28
(82)
27.4
(81.3)
27
(81)
27.12
(80.81)
Rata-rata terendah °C (°F)22.8
(73)
23.7
(74.7)
23.8
(74.8)
24
(75)
23.2
(73.8)
22.2
(72)
21.9
(71.4)
22.8
(73)
23.5
(74.3)
24
(75)
23.8
(74.8)
23.2
(73.8)
23.24
(73.8)
Presipitasi mm (inci)345
(13.58)
312
(12.28)
184
(7.24)
149
(5.87)
91
(3.58)
56
(2.2)
43
(1.69)
29
(1.14)
46
(1.81)
100
(3.94)
144
(5.67)
203
(7.99)
1.702
(66,99)
Rata-rata hari hujan2321171595424101418142
kelembapan84838180797775737476788078.3
Rata-rata sinar matahari bulanan1491722152442582512853012692572091842.794
Sumber #1: Climate-Data.org[16]
Sumber #2: BMKG[17] & Weatherbase[18]

Hidrografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karawang dilalui oleh aliran sungai yang melandai ke arah utara: Ci Beet yang mengalir dari selatan Karawang menuju Sungai Citarum yang juga menjadi batas antara Kabupaten Karawang dan Bekasi, Ci Tarum, yang merupakan pemisah Kabupaten Karawang dari Kabupaten Bekasi, dan Ci Lamaya, yang merupakan batas wilayah dengan Kabupaten Subang. Selain sungai, terdapat juga tiga saluran irigasi besar, yaitu Saluran Irigasi Tarum UtaraSaluran Irigasi Tarum Tengah dan Saluran Irigasi Tarum Barat yang dimanfaatkan untuk pengairan sawahtambak, dan pembangkitan listrik.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karawang terdiri atas 30 kecamatan, yang dibagi lagi atas 297 desa dan 12 kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Karawang Timur, tepatnya di kelurahan Karawang Wetan.

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

NoBupatiMulai menjabatAkhir menjabatPrd.Wakil BupatiKet.
1
Raden Djuarsa
1945
1948
1
2
Raden Ateng Surya Satjakusumah
1948
1949
2
3
Raden Hasan Surya Satjakusumah
1949
1950
3
4
Raden H. Rubaya Suryanatamihardja
1950
1951
4
5
Raden Tohir Mangkudijoyo
1951
1956
5
1956
1961
6
6
Letkol Inf. Husni Hamid
1961
1966
7
1966
1971
8
7
Letkol Inf.Setia Syamsi
1971
1976
9
8
Kol.Inf.Tata Suwanta Hadisaputra
1976
1981
10
9
Kol.Cpl.H.Opon Supandji
1981
1986
11
10
Kol.Czi.H.Sumarmo Suradi
1986
1991
12
1991
1996
13
11
Kol.Inf. Drs. H. Dadang S. Muchtar
1996
1999
14
12
R. H. Daud Priatna, SH
1999
2000
15
13
Letkol.Inf.Achmad Dadang
2000
2005
16
Drs. H. D. Shalahudin Muftie, M.Si.[19][20][21]
14
Drs. H. D. Shalahudin Muftie, M.Si,
2005
2005
17
Hj. Eli Amalia Priyatna
(11)
Kol.Inf. Drs. H. Dadang S. Muchtar
2005
2010
18
Ir. H. Iman Sumantri
2010
2010
15
Drs. H. Ade Swara, MH
2010
2014
19
Cellica Nurrachadiana Bupati Karawang.jpgdr. Cellica Nurrachadiana
16
Cellica Nurrachadiana Bupati Karawang.jpgdr. Cellica Nurrachadiana
2014
2015
Ir. Deddi Mulyadi
(Penjabat)
28 Desember 2015
17 Februari 2016
[Ket. 1]
(16)
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.pngdr. Cellica Nurrachadiana
17 Februari 2016
17 Februari 2021
20
Ahmad Zamakhsyari.jpgH. Ahmad Zamakhsyari, S.Ag.
Drs. H. Acep Jamhuri.
(Pelaksana Harian)
17 Februari 2021
26 Februari 2021
[Ket. 2]
(16)
Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana.png
dr. Cellica Nurrachadiana
26 Februari 2021
Petahana
21
Aep Syaepuloh.pngH. Aep Syaepuloh, S.E.
Catatan
  1. ^ Penjabat bupati
  2. ^ Pelaksana Harian bupati

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Karawang dalam dua periode terakhir.[22][23]

Partai PolitikJumlah Kursi dalam Periode
2014-20192019-2024
PKB5Kenaikan 7
Gerindra6Kenaikan 8
PDI-P9Penurunan 6
Golkar8Penurunan 7
NasDem3Penurunan 2
PKS3Kenaikan 6
PPP2Penurunan 1
PAN3Penurunan 1
Hanura2Penurunan 1
Demokrat6Kenaikan 9
PBB3Penurunan 2
Jumlah Anggota50Steady 50
Jumlah Partai11Steady 11

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karawang terdiri dari 30 kecamatan, 12 kelurahan, dan 297 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 2.110.476 jiwa dengan luas wilayah 1.652,20 km² dan sebaran penduduk 1.277 jiwa/km².[24][25]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Karawang, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
KodeposStatusDaftar
Desa/Kelurahan
32.15.24Banyusari1241374Desa
32.15.08Batujaya1041354Desa
32.15.04Ciampel741363Desa
32.15.11Cibuaya1141356Desa
32.15.13Cikampek1041373Desa
32.15.23Cilamaya Kulon1241384Desa
32.15.15Cilamaya Wetan1241384Desa
32.15.30Cilebar1041353, 41385Desa
32.15.14Jatisari1441374Desa
32.15.22Jayakerta841352Desa
32.15.01Karawang Barat841311, 41312, 41315, 41316Kelurahan
32.15.26Karawang Timur4441314, 41371Desa
Kelurahan
32.15.05Klari1341371Desa
32.15.25Kotabaru941374Desa
32.15.07Kutawaluya1241358Desa
32.15.19Lemahabang1141383Desa
32.15.21Majalaya741371Desa
32.15.12Pakisjaya841355Desa
32.15.02Pangkalan841362Desa
32.15.10Pedes1241353Desa
32.15.29Purwasari841371 – 41373Desa
32.15.18Rawamerta1341382Desa
32.15.06Rengasdengklok941352Desa
32.15.28Tegalwaru941362Desa
32.15.17Talagasari1441381Desa
32.15.27Telukjambe Barat1041361Desa
32.15.03Telukjambe Timur941361Desa
32.15.20Tempuran1441385Desa
32.15.09Tirtajaya1141357Desa
32.15.16Tirtamulya1041372Desa
TOTAL12297

Pemekaran Daerah[sunting | sunting sumber]

Karawang merupakan ibu kota Kabupaten Karawang yang direncanakan akan dimekarkan dari Kabupaten Karawang yang terdiri dari 4 kecamatan, yakni kecamatan Karawang Barat, kecamatan Karawang Timur, kecamatan Telukjambe Timur dan kecamatan Telukjambe Barat dan nantinya ibu kota Kabupaten Karawang akan dipindahkan ke Cikampek.[26]

Namun jika Cikampek juga dimekarkan menjadi kota juga seperti Karawang, maka ibu kota Kabupaten Karawang akan dipindahkan ke kecamatan Talagasari karena selain terletak ditengah–tengah Kabupaten Karawang, juga dekat dengan Pelabuhan Cilamaya yang akan dibangun dan akan menjadi pusat perekonomian yang baru.[27]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk Karawang umumnya adalah suku Sunda yang menggunakan bahasa Sunda. Di daerah utara Kabupaten Karawang, seperti di Kecamatan Batujaya dan Kecamatan Pakisjaya sebagian penduduknya menggunakan bahasa Betawi, sedangkan di Kecamatan Pedes, Tempuran, Kecamatan Cilamaya Wetan, dan Cilamaya Kulon sebagian penduduknya menggunakan bahasa Cirebon.[28] Sedangkan di beberapa kecamatan yang lainnya di Karawang menggunakan bahasa Sunda kasar, beberapa kosakata yang mereka gunakan adalah ‘aing’ (bhs. Sunda standar kuring/abdi), ‘nyanéh’ (bhs. Sunda standar manéh/anjeun), nyanéhna (bhs. Sunda standar manéhna/anjeunna), nyaranéhna (bhs. Sunda standar maranéhna/aranjeunna), manyaho (bhs. Sunda standar nyaho/terang). Tetapi di daerah selatan Kabupaten Karawang Kecamatan Pangkalan dan Kecamatan Tegalwaru, mereka menggunakan bahasa Sunda standar.

Penduduk Kabupaten Karawang mempunyai mata pencaharian yang beragam, tetapi di sejumlah kecamatan, mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani atau pembajak sawah karena Kabupaten Karawang adalah daerah penghasil padi.

Suku bangsa[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan data Sensus Penduduk Indonesia 2000, suku Sunda menjadi suku bangsa mayoritas di kabupaten Karawang. Sebanyak 1.514.774 jiwa atau 84,85 % dari total penduduk 1.785.208 jiwa yang terdata di Karawang adalah orang Sunda. Dua suku lainnya dengan jumlah yang signifikan yakni orang Jawa, dan Betawi. Sebagian lagi orang Cirebon, kemudian BantenBatakMinangkabauTionghoa, dan suku lainnya. Berikut adalah besaran penduduk Kabupaten Karawang berdasarkan suku bangsa menurut data Sensus Penduduk Indonesia tahun 2000;[29]

NoSukuJumlah
(2000)
%
1Sunda1.514.77484,85%
2Jawa113.7486,37%
3Betawi78.1164,38%
4Cirebon19.9621,12%
5Banten7.1230,40%
6Batak6.3190,35%
7Minangkabau3.8520,22%
8Tionghoa3.1190,17%
9Suku lainnya38.1952,14%
Kabupaten Karawang1.785.208100%

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karawang merupakan lokasi dari beberapa kawasan industri, antara lain Karawang International Industry City KIIC, Kawasan Surya Cipta, Kawasan Bukit Indah City atau BIC di jalur Cikampek (Karawang). Salah satu industri strategis milik negara juga memiliki fasilitasnya di deretan kawasan industri tersebut, yaitu Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (http://www.peruri.co.id/) yang mencetak uang kertas, uang logam, maupun dokumen-dokumen berharga seperti paspor, pita cukai, meterai dan lain sebagainya. Di bidang pertanian, Karawang terkenal sebagai lumbung padi Jawa Barat.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Stasiun[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karawang memiliki 2 stasiun KA Cikuray, 5 stasiun KA Walahar Jatiluhur maupun 1 stasiun High Speed Train Indonesia yang masih beroperasi, diantaranya:

Selain itu, Kabupaten Karawang juga memiliki 1 stasiun yang sudah berhenti beroperasi dikarenakan Vandalisme, yaitu:

Kerajinan daerah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karawang memiliki sentra kerajinan gerabah yang berada di kampung Anjun Kanoman, Tanjung Mekar, kabupaten Karawang. Kerajin gerabah di kampung Anjun Kanoman diturunkan secara turun-temurun oleh para pengerajinnya sejak abad ke 15 ketika wilayah kabupaten Karawang berada dibawah kuasa Sunan Gunung Jati[30]

Kesenian daerah[sunting | sunting sumber]

Pagelaran Wayang kulit Cirebon pada Mei 2015 yang diabadikan oleh Arie Nugraha (budayawan Cirebon) dengan lakon “Rit Madenda” di desa Mekar Asihkecamatan Banyu Sari, kabupaten Karawang yang dipimpin oleh Ki Dalang Enang Sutriya

. Kesenian daerah kabupaten Karawang dipengaruhi oleh budaya dari tiga suku di Jawa Barat yaitu SundaBetawi dan Cirebon.

Wayang kulit Cirebon di Karawang[sunting | sunting sumber]

Wayang kulit Cirebon yang terdapat di wilayah kabupaten Karawang merupakan bagian dari wilayah pedalangan Cirebon gaya kulonan yang di antaranya berada di kabupaten Subang dan kabupaten Karawang, pada pola penyebarannya di kabupaten Karawang wilayah desa-desa di kecamatan Cilamaya Wetan, kabupaten Karawang ( termasuk di antaranya wilayah desa Cilamaya dan pemekarannya ), sebagian wilayah desa di kecamatan Banyu Sari ( termasuk di antaranya desa Banyu Asih ) menjadi pusat utama pelestariannya, desa-desa tersebut juga bersinergi dengan desa-desa lain yang masih satu budaya di wilayah kabupaten Subang seperti desa Rawa Meneng dan sekitarnya yang juga memegang peranan penting dalam menghidupkan dan melestarikan wayang kulit Cirebon di Karawang

Gaya sunggingan (pewarnaan) pada wayang kulit Cirebon gaya kulonan terutama Cilamaya memiliki perbedaan yang tidak jauh dengan gaya sunggingan wayang kulit Cirebon gaya kidulan terutama Palimanan, menurut Waryo (budayawan Cirebon) hal tersebut dimungkinkan karena pada masa lalu para pedalang dan pengrajin wayang antar kedua wilayah saling bertukar dan saling melakukan pembelian wayang kulit cirebon.

Tradisi Mapag Sri dan Wayang kulit Cirebon[sunting | sunting sumber]

Pada bulan Oktober 2014, tradisi Mapag Sri diadakan kembali sebagai tanda berakhirnya kekosongan tradisi syukuran panen. Tradisi ini selama kurang lebih lima puluh tahun hampir tidak pernah digelar di blok Cibango, desa Cilamayakecamatan Cilamaya Wetan, kabupaten Karawang. Tradisi ini juga disempurnakan dengan pagelaran wayang kulit cirebon gaya kulonan (cilamaya).

Menurut Aef Sudrajat, yang merupakan ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Saluyu sekaligus yang menggelar syukuran tersebut, kekosongan yang terjadi selama kurang lebih lima puluh tahun disebabkan oleh modernisasi dan rendahnya kesadaran masyarakat untuk melestarikan tradisi syukuran.[31] Berkurangnya masyarakat yang melakukan tradisi syukuran mapag sri dimungkinkan terjadi dalam kondisi masyarakat yang mayoritas muslim dikarenakan dalam salah satu urutan prosesi tradisi mapag sri ada sebuah prosesi mengarak simbolisasi dewi sri untuk mengelilingi kampung yang oleh beberapa kalangan masyarakat muslim bagian ini dianggap tidak Islami walau bagian lain dalam prosesi syukuran mapag sri pada budaya Cirebon telah kental nuansa Islamnya. Beberapa masyarakat adat Cirebon telah mengganti simbolisasi dewi sri ini dengan sepasang pengantin padi seperti pada tradisi mapag sri di pesisir timur kabupaten Indramayu sehingga tidak bertentangan dengan nilai-nilai keislaman.[32]

Pada masyarakat adat Cirebon di wilayah Cilamaya dan sekitarnya, tradisi syukuran mapag sri dimaknai sebagai wujud syukur kepada Allah swt menjelang musim panen, tradisi syukuran mapag sri merupakan bagian dari rangkaian tradisi panen, pascapanen dan menjelang tanam padi, pada masyarakat adat Cirebon di wilayah Cilamaya dan sekitarnya rangkaian tradisi selanjutnya setelah syukuran mapag sri adalah tradisi hajat bumi atau dalam bahasa setempat dikenal dengan istilah Babaritan yang dilakukan setelah prosesi panen dan kemudian tradisi mapag cai ( membawa air ) yang dilakukan menjelang musim tanam.

Menurut Aef Sudrajat, prosesi Mapag Sri di wilayahnya dapat dilakukan dengan dukungan dari donatur dan sumbangan dari delapan kelompok tani yang tergabung di dalam Gapoktan pimpinannya, prosesi mapag sri disempurnakan dengan pagelaran wayang kulit cirebon gaya kulonan yang dipimpin oleh Ki Dalang Udama dari desa Rawa Menengkecamatan Blanakankabupaten Subang. Pagelaran wayang kulit cirebon gaya kulonan tersebut dipentaskan siang–malam di kompleks pemakaman sesepuh blok Cibango, oleh masyarakat sekitar prosesi pagelaran wayang kulit ini disebut “prosesi ngaruwat” atau selamatan guna memohon doa dari Allah swt agar dijauhkan dari bahaya, penyakit dan kesulitan. pada pagelaran wayang kulit cirebon yang menjadi pelengkap prosesi adat mapag sri, lakon wayang yang biasanya dipentaskan adalah lakon Sulanjana yang bercerita tentang asal muasalnya padi.

Sinopsis Film Before I Fall (2017). Terjebak di Paradox Waktu yang Selalu Berulang

img_title

Before I Fall merupakan film bergenre drama misteri yang dirilis tahun 2017 lalu. Film ini mengisahkan tentang Samantha Kingston yang terjebak di paradox waktu.

Ia pun bertekad ingin memperbaiki situasi agar hidupnya kembali berjalan. Yuk intip sinopsis Before I Fall di bawah ini.

Sinopsis Film Before I Fall (2017)

Cerita berfokus pada kehidupan Samantha Kingston (Zoey Deutch). Perempuan populer di SMA yang kehidupannya cukup sempurna.

Ia memiliki tiga sahabat akrab, keluarga yang perhatian serta kekasih yang tampan bernama Rob (Kian Layley). Suatu hari, ia diundang oleh Kent McFuller (Logan Miller) yang merupakan teman kecilnya untuk hadir ke pesta.

Pesta ala remaja tanggung itu kemudian kacau usai Juliet Sykes (Elena Kampouris) hadir. Juliet adalah anak yang introvert dan sering kali jadi bulan-bulanan perundungan.

Di sana, Juliet marah dan meluapkan emosinya karena sering kali dibully oleh Samantha dan teman yang lainnya. Aksinya saat itu malah membuat Juliet makin dirundung dan mendapat perlakuan kasar.

Usai pesta, Sam bersama teman-temannya pulang. Akan tetapi, di tengah perjalanan ada truk yang menabrak mobil yang mereka tumpangi.

Scene beralih kembali ke saat Samantha bangun tidur. Ia teringat tentang ‘Cupid Day’ yang diselenggarakan satu hari sebelum pesta digelar.

Terjebak di Paradox Waktu

IMDb

Foto : IMDb

Di saat itu, Samantha mengira bahwa kecelakaan mobil yang dialaminya hanya mimpi. Namun anehnya, setiap hari berjalan, Samantha selalu berakhir dengan kecelakaan.

Ia pun lagi-lagi terbangun di pagi hari dan selalu merasa dejavu dengan kejadian yang dialaminya. Semua peristiwa yang dilalui selama beberapa hari terakhir sama persis hingga membuatnya kesal.
Saat itulah, Samantha mulai berusaha memperbaiki semuanya. Ia pun jadi mengetahui rahasia orang-orang di sekelilingnya yang cukup membuatnya terkejut. Lantas mampukah Samantha keluar dari waktu yang terus berulang? Bisakah ia memperbaiki keadaan?