Liputan6 Menko Airlangga: Indonesia Butuh Talenta Digital 9 Juta Orang hingga 2030

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan Program PEN dilanjutkan di 2022. Program ini diarahkan untuk memberikan dukungan langsung kepada masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan perlindungan sosial.

Di saat yang sama, Program PEN juga akan menstimulasi kinerja UMKM dan Koperasi melalui insentif usaha dan dukungan pembiayaan.

Alokasi anggaran Program PEN tahun ini sebesar Rp 455,62 triliun akan didorong untuk front-loading pada awal 2022. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong keberlanjutan pemulihan ekonomi di kuartal I-2022.

Berbagai insentif telah dilanjutkan, antara lain Insentif Fiskal PPN DTP Perumahan, PPnBM DTP Kendaraan Bermotor Roda 4, Perluasan Program BT-PKLWN dan Subsidi Bunga KUR.

Dukungan insentif lainnya juga akan segera dikeluarkan sebagai bagian dari Program PEN untuk menstimulus aktivitas ekonomi di 2022. Diharapkan semangat mempercepat pemulihan ekonomi ini menyebar kepada seluruh pihak, termasuk di kalangan akademisi.

Airlangga mengatakan, momentum pemulihan ekonomi ini perlu untuk dijaga dan ditingkatkan bersama sehingga dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat, serta untuk tumbuh tinggi dan keluar dari Middle Income Trap dalam jangka menengah panjang.

“Reformasi struktural menjadi kuncinya, terutama dalam peningkatan kualitas SDM dan transformasi ekonomi menuju ekonomi yang berkelanjutan,” ucap Airlangga dalam keynote speech pada Kuliah Umum Strategi Percepatan Pengembangan Digitalisasi dan Kewirausahaan Pada Mahasiswa yang berlangsung di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Sabtu (5/3/2022).

Peningkatan kualitas SDM dapat dilakukan untuk mendorong aktivitas kewirausahaan. Generasi muda yang berkualitas tinggi akan memiliki peran penting sebagai Game Changer sehingga dapat mendorong aktivitas kewirausahaan dan mempercepat penciptaan lapangan kerja.

Hingga 2030, Indonesia diperkirakan membutuhkan talenta digital sebanyak 9 juta orang. Pengembangan keterampilan digital diperkirakan akan memberikan kontribusi senilai Rp 4.434 triliun kepada PDB di tahun 2030 atau setara dengan 16 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *